Sekilas Tentang Tumbuhan Sarang Semut Kalimantan Asli Untuk Pengobatan Penyakit Berat

Posted on Juni 30, 2015 By

Sarang Semut

sarang semut

sarang semut

Saya yakin pasti Anda membayangkan bahwa sarang semut itu seperti segundukan tanah atau lubang – lubang yang terdapat di tanah, di batang pohon, di tembok atau dinding bangunan, yang dimana ratusan ribu hingga jutaan koloni semut tinggal, bisa semut salimbada, sarang semut rangrang, semut merah, semut putih, semut hitam, dan semut – semut lainnya.

Sebenarnya sarang semut hanyalah suatu istilah untuk menyebut segolongan tanaman dari genus mirmekofita epifit, yang memiliki arti tanaman yang ikut menumpang pada tumbuhan dan pohon – pohon lain. Walaupun sarang semut ini ikut menumpang pada pohon inangnya yang tinggi – tinggi, dan di beberapa daerah di dunia disebut dengan benalu hutan, akan tetapi sarang semut tidak bersifat parasit seperti benalu. Tumbuhan sarang semut memiliki simbiosis yang cukup unik dengan pohon inangnya.

Banyak sekali sebutan yang diberikan untuk tumbuhan unik sarang semut ini. Sarang semut dalam arti bahasa Inggris adalah dikenal sebagai ant plant, di negara Thailand dikenal dengan Hua Roi Ru. Di negara jiran Malaysia dikenal dengan sebutan periok hantu, perutak, atau sembuku, sedangkan di negara Vietnam dikenal dengan nama sebutan ki nan, ki nam gai, ki nam kin. Di Papua sering juga disebut nongon, lokon, suhendep. Di Jawa, sarang semut dikenal dengan sebutan urek – urek polo, sedangkan di Sumatera disebut rumah semut atau kepala beruk. Di Kalimantan Tengah tanaman ini dikenal dengan sebutan sebagai angkis, anggrek sarang semut, atau anggrek tengkorak.

Istilah latin dari tumbuhan sarang semut adalah `hydnon` yang memiliki arti `umbi` dan `phyton` yang berarti `tanaman` yang bahasanya diambil dari bahasa Yunani. Dan juga `myrmekodes` yang mempunyai arti `seperti semut` atau `penuh semut`. Karenanya dua genus yang terbesar dari tumbuhan epifit sarang semut disebut dengan Myrmecodia dan Hydnophythum. Tumbuhan epifit sarang semut mempunyai batang menggelembung berupa umbi dengan diameter sekitar 30 cm. Di dalam batang tersebut banyak terbentuk rongga – rongga bersekat menyerupai labirin sebagai tempat tinggal koloni semut.

Tumbuhan sarang semut merupakan family Rubiaceae, memiliki 5 genus, tetapi hanya dua genus yang bermanfaat sebagai tanaman obat, yaitu genus Myrmecodia dan Hydnophytum. Pada genus Myrmecodia bentu umbinya dengan labirin yang kecil – kecil dan memiliki duri di bagian luar umbinya, tetapi untuk genus Hydnophytum mempunyai umbi berlabirin yang besar – besar di tidak terdapat duri di bagian luar umbinya. Jenis Myrmecodia pertama kali dikenali sebagai tanaman obat dan dipublikasikan pada tahun 1823 adalah spesies sarang semut bernama Myrmecodia pendans. Umbinya bisa mencapai diameter 25 cm dengan tinggi sekitar 45 cm.

Habitat Sarang Semut

Sarang semut pada umumnya di Kalimantan, terdapat di pepohonan yang sangat tinggi, yang tingginya sekitar 10 meter di daerah hutan rimba dan pegunungan. Bisa juga tumbuhnya di dataran rendah seperti tepi pantai yang memiliki pepohonan yang tinggi. Tumbuhan epifit ini berasal dari Asia tenggara dan kepulauan besar Queensland di Australia dan Kepulauan Solomon di Pasifik.

Di negara kita sendiri yaitu negara Indonesia, sarang semut dapat ditemukan di Kalimantan, Sumatera, Jawa, Maluku, hingga Papua. Di Kalimantan merupakan daerah dengan jumlah spesies sarang semut terbanyak. tumbuhan ini menempel pada pohon inang setinggi 10 – 15 meter dan berada pada ketinggian 1.100 sampai 2.500 meter di atas permukaan laut seperti pegunungan Jayawijaya di Papua dan pegunungan Meratus di Kalimantan.

Tumbuhan epifit ini umbinya bisa terjuntai pada cabang – cabang tumbuhan inang. Sarang semut menghantarkan sari – sari makanan dan air melalui bongkol coklat keabu – abuan yang mengembang dan ditumbuhi duri – duri.

Bentuk dan Ukuran

Bentuk dari sarang semut itu beragam – ragam tergantung varian spesiesnya, akan tetapi sarang semut sangatlah mudah dikenali dikarenakan memiliki ciri khas utama yaitu seperti umbi yang menggelembung. Proses penggelembungan ini sejalan dengan pertambahan usia.

Sarang semut berukuran kecil (muda) mempunyai panjang sekitar 5 cm dengan diameter 3-5 cm dan berat basah sekitar 250 ons. Sedangkan yang sudah matang atau tua (besar) panjangnya sekitar 40 – 50 cm dengan diameter sekitar 15 – 30 cm, berat basah bisa mencapai 5 kg, tetapi apabila dikeringkan bisa susut hingga mencapai 2 – 4 ons.

Bentuk umbi sarang semut rata – rata melonjong dengan tebaran banyak duri di bagian luar umbinya. Di antara lapisan pagar durinya ditemukan semacam cendawan. Sedangkan di lapisan dalamnya yang dimanfaatkan sebagai sarang oleh koloni semut memiliki banyak rongga dengan struktur acak tidak beraturan.

Varietas dan Penyebaran

Sarang semut sebenarnya terdiri dari 5 genus, akan tetapi yang hanya bisa digunakan untuk pengobatan herbal atau pengobatan penyakit ringan hingga parah adalah berasal dari genus Myrmecodia dan genus Hydnophytum. Karena hanya senyawa dua genus ini saja yang dapat berasosiasi dengan baik semut yang menghasilkan senyawa ampuh untuk pengobatan.

Genus Hydnophytum terdiri dari 45 spesies (jenis) dan genus Myrmecodia mempunyai 26 spesies. Kedua genus tersebut memiliki perbedaan khas pada umbinya. Hydnophytum memiliki umbi berlabirin besar dan tidak memiliki duri di bagian luarnya sedangkan Myrmecodia memiliki umbi berlabirin kecil dan memiliki duri di bagian umbi luarnya. Yang sangat berkhasiat untuk pengobatan adalah genus Myrmecodia dengan jenis Myrmecodia Pendans dan Myrmecodia Tuberosa yang kami jual di website ini.

Menurut Saputro dan Hendro, penyebaran tumbuhan epifit sarang semut dapat ditemukan di Semenanjung Malaysia, Filipina, Kamboja, Papua, Jawa, Sumatera, Papua New Guinea, Cape York, Kepulauan Solomon, hingga Kalimantan yang terkenal memiliki tumbuhan sarang semut varietas tinggi karena mengandung senyawa aktif alami yang bermanfaat bagi pengobatan di era modern sekarang.

Di Indonesia memang gempar – gemparnya ditemukan pengobatan sarang semut memang di Papua, akan tetapi tumbuhan ini bukan merupakan tumbuhan endemik dari Papua, di beberapa daerah lain juga memilikinya  seperti di Pulau Siberut, Kepuluan Mentawai, Sumatera Barat, Flores, Maluku, Sulawesi Utara, dan tentu saja Kalimantan yang sejak dahulu di zaman nenek moyang suku Dayak, sarang semut merupakan resep mujarab pengobatan herbal untuk asam urat, rematik, tekanan darah tinggi, melancarkan produksi ASI untuk ibu – ibu menyusui, dan pengobatan lainnya yang di dunia medis kesehatan merupakan penyakit yang sulit untuk disembuhkan.

Menurut tim peneliti dari universitas IPB yang melakukan inventarisasi dan pencarian penyebaran sarang semut di kawasan hutan belantara Kalimantan Selatan menemukan bahwa sarang semut tumbuhnya suka di habitat dengan insensitas cahaya yang rendah, suhu rendah, dan kelembapan tinggi. Hal ini biasanya dapat dengan mudah ditemukan pada habitat/vegetasi yang penutupan tajuknya rapat.

Nah, bagaimana??? Setelah Anda membaca artikel saya ini, dapat disimpulkan bahwa sarang semut yang cocok untuk pengobatan adalah dari genus Myrmecodia dan dua jenis yang terbukti berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit yaitu jenis Myrmecodia pendans dan Myrmecodia tuberose. Dan beruntungnya lagi, kami menjual untuk kedua jenis sarang semut langka itu, apabila Anda ingin sekali merasakan khasiat dari sarang semut, dengan mudahnya Anda memesan kepada kami dengan cara mengklik tombol di bawah ini.

Sarang Semut     , , , ,


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>