Tanaman Sarang Semut

Posted on Oktober 1, 2015 By

Tanaman Sarang Semut

tanaman sarang semut

tanaman sarang semut

Pertama kali mendengar namanya, saya kira tanaman sarang semut adalah lubang-lubang yang ada ditanah dimana didalamnya dihuni banyak semut yang tinggal berkoloni. Setelah mencari tahu lebih banyak lagi, sarang semut adalah sebuah tumbuhan berbentuk seperti umbi yang menumpang pada pohon sebagai inangnya. Sekalipun dia tinggal di pohon inang, dia bukan tumbuhan parasit seperti benalu dan beberapa tanaman parasit lainnya.

Tanaman sarang semut adalah satu golongan tanaman dari genus mirmekofita epifit. Kata mirmekofita epifit ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti “dikerumuni semut” atau “mirip semut”. Sarang semut biasanya tumbuh pada batang sebuah pohon. Akarnya menjuntai pada batang pohon dengan jumlah yang sesuai kebutuhan nutrisi pada simbiosis. Tanaman ini mendistribusikan air dan makanan melalui bongkotnya yang bayak ditumbuhi duri. Batangnya menggelembung dengan diameter rata-rata sekitar 30 cm. Di dalamnya banyak ditemui rongga yang bersekat seperti bentuk labirin yang dihuni banyak semut.

Sarang semut adalah tumbuhan yang banyak tersebar di Asia Tenggara. Termasuk di Indonesia. Di Kalimantan, banyak orang menyebutnya dengan istilah angkis. Di Sumatra, terkenal dengan istilah kepala beruk atau rumah semut. Di Papua terkenal dengan banyak istilah, seperti suhendep, lokon ataupun nongon.

Di luar, sarang semut juga bisa ditemui dengan berbagai istilah. Seperti di vietnam dengan istilah ki nam kin, ki nam gai, ki nan. Di Malaysia banyak orang menyebutnya sembuku, perutak atau periok hantu. Di Thailand akrab dengan sebutan Hua Roi Ru. Dan dalam bahasa inggris sendiri, sarang semut dinamakan and plant. Sedangkan asal dari tumbuhan ini adalah berasal dari Kepulauan Solomon di Pasifik dan Kepulauan Besar di Queesland Australia.

Dimana Banyak Tanaman Sarang Semut?

Sudah dijelaskan di atas, sarang semut banyak tersebar di Asia Tenggara. Termasuk di Indonesia. Di Indonesia sendiri banyak ditemui di sekitar kalimantan, Sumatra, bahkan di Papua. Tanaman ini biasanya tumbuh pada pohon yang mempunyai batang yang tinggi. Kira-kira 10 meter. Banyak tumbuh di daerah pegunungan atau hutan rimba. Ada beberapa yang tumbuh di pantai. Dengan catatan, di pantai ada pohon yang tinggi sekitar kurang lebih 10 meter. Biasanya tumbuh pada tempat yang mempunyai cahaya rendah, suhu rendah serta kelembaban tinggi.

Daerah di Indonesia yang terkenal sebagai penghasil sarang semut adalah Kalimantan dan Papua. Karena, sarang semut banyak tumbuh di hutan Meratus Kalimantan dan Pegunungan Jayawijaya di Papua.

Ukuran Dan Bentuk Tanaman Sarang Semut :

Ukuran sarang semut beragam. Tergantung dari jenis dan umurnya. Untuk sarang semut yang masih muda, bisanya mempunyai panjang sekitar 5 cm dengan diamenter 3-5 cm. Sedangkan yang sudah berumur matang dan tua, mempunyai panjang sekitar 40 hingga 50 meter serta mempunyai diamneter sekitar 15 hingga 30 cm.

Bentuk dari sarang semut ini adalah sesuai namanya. Bentuknya panjang atau lonjong, menyerupai umbi yang hidup di batang pohon. Padasekitar tubuhnya banyak ditumbuhi duri. Sedangkan di dalamnya akan terlihat sekat-sekat yang menyerupai labirin dimana di situlah banyak dihuni koloni semut. Karena suhu dalam tanaman ini stabil, maka tak heran banyak semut yang betah tinggal di dalamnya.

 

Penyebaran Dan Varietas Tanaman Sarang Semut :

Penyebaran sarang semut banyak didapat di kamboja, vietnam, malaysia, Kalimanan, Jawa, Sumatra, dan Papua hingga ke Kepulauan Salomon sebagai daerah asalnya. Di beberapa tahun terakhir ini, sedang menjadi isu tersediri mengenai pengobatan dengan menggunakan sarang semut. Karena pada tanaman ini mengandung zat aktif yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Dari berbagai penemuan, sarang semut mempunyai 5 genus. Namun, dari 5 genus tersebut hanya ada 2 genus yang bisa digunakan sebagai obat. Yaitu genus Myrmecodia dan genus Hydnophytum. Genus Myrmecodia mempunyai 26 spesies yang mempunyai ciri, labirin pada umbinya biasanya berukuran kecil dan mempunyai banyak duri pada umbi luarnya. Sedangkan genus Hydnophytum mempunyai ciri sebaliknya. Berlabirin besar dan tidak mempunyai duri pada umbi luarnya.

Hal Yang Menyebabkan Tanaman Sarang Semut Berhasiat :

Dari berbagai penelitian, didapat ada keunikan pada sarang semut ini. Tanaman ini mempunyai suhu yang stabil. Sehingga membuat semut betah tinggal lama di dalamnya. Hidup berkoloni menempati celah diantara labirin di dalamnya. Ketika semut tinggal lama di dalamnya, akan terjadi reaksi kimia antara senyawa yang dikeluarkan oleh semut dan zat alami yang ada pada tumbuhan sarang semut. Hal inilah yang dipercaya sebagai salah satu faktor penyebab tanaman ini mempunyai banyak hasiat.

Senyawa-senyawa itu seperti gplongan flavonoid da tanin. Dimana kedua senyawa tersebut banyak bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Senyawa flavonoid  adalah senyawa yang mempunyai peran sebagai antibiotik serta antivirus. Banyak dimanfaatkan untuk mengobati kangker, periodontitis, wasir, migrain, reumatik, diabetes, katarak dan asma. Selain itu juga mengandung antioksidan, asam forminat, mineral dan vitamin. Antioksidan berperan untuk pembentukan koloni serta melindungi tempat telur dari penyakit.

Banyak penyakit yang bisa diobati oleh tanaman ini. Antara lain, penyakit jantung koroner. Kalsium dan kalium dalam sarang semut pada tanaman ini dipercaya mampu untuk menyembuhkan penyakit jantung koroner. Selain itu,senyawa flavonoidnya mampu mengobati berbagai jenis kangker. Kecuali kangker tenggorokan dan mulut. Stroke ringan maupun berat juga bisa diobati dengan khasiat tanaman ini. Termasuk juga penyakit ambeien (wasir).

Kandungan antioksidannya terbukti mampu mengobati gangguan ginjal dan prostat. Selain itu, penyakit paru-paru, TBC, sakit magh serta migran bisa sembuh oleh kadar flavonoid, multi mineral, kalsium, natrium dan magnesium yang ada pada sarang semut ini. Serta berbagai penyakit.

Sebelum diketahui manfaatnya, tumbuhan ini banyak tumbuh liar di hutan Kaliman dan Papua. Namun, seiring dengan banyaknya penelitian yang mengungkap kegunaan dan manfaat tanaman ini, eksploitasi besar-besaran banyak dilakukan. Banyak orang memburu tanaman ini. Tujuannya adalah untuk pengobatan. Tapi banyak juga yang memburu untuk dijadikan bisnis. Dijual dalam bentuk obat serba guna.

Namun sayangnya, eksploitas besar-besaran ini tidak disertai dengan penanaman kembali. Hasilnya, tanaman ini menjadi langka. Bahkan nyaris seperti hewan dinosaurus. Hanya tinggal nama dan legenda. Banyaknya pembabatan hutan di Kalimantan untuk membuka lahan baru, menjadikan salah satu penyebab punahnya tanaman ini. Yang masih ada tanaman ini dalam jumlah banyak adalah di Papua. Namun, jika eksploitasi besar-besaran dilakukan hanya untuk kepentingan pribadi, maka hanya tinggal tunggu waktu, kepunahan masal tanaman ini pun segera tiba.

Karena tanaman ini tidak bisa tumbuh di sembarang tempat, hendaknya harus ada proses konservai agar tanaman ini tidak punah. Ditanam pada hutan lindung agar tidak sembarang orang bisa mengambilnya. Oleh karena itu, sebelum tanaman sarang semut ini punah, sebaiknya kita mencoba untuk membudidayakannya.

Nah, sekarang apabila Anda berminat serta penasaran seperti apa tanaman sarang semut itu dan juga bagaimana reaksinya bagi tubuh kalau dikonsumsi?Langsung saja lakukan pembelian segera dengan cara mengklik tombol dibawah ini untuk melakukan pemesanan.

Sarang Semut     , , , ,


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>